GEODIPA ENERGI potensi geothermal dieng pembangkit listrik jawa-bali

PT. Geo Dipa Energi

Sejak tanggal 4 September 2002 PT. Geo Dipa Energi mulai berperan dalam pengelolaan aset Dieng Patuha. PT. Geo Dipa Energi merupakan anak perusahaan dari PT. PLN (Persero) dan PT. Pertamina (Persero) yang didirikan pada tanggal 5 Juli 2002, lokasi kantor pusat berada di Jl. Karawitan no. 32 Bandung Jawa Barat, yang kegiatannya melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber panas bumi. PT. Geo Dipa Energi merupakan anak perusahaan dari dua BUMN terbesar di Indonesia, yaitu PT. Pertamina (Persero) memegang saham 67%, dan PT. PLN (Persero) dengan saham sebesar 33%.

Lokasi PT. Geo Dipa Energi terletak di daerah dataran tinggi Dieng. Disamping sebagai lokasi perusahaan, dataran tinggi Dieng juga sebagai lokasi wisata karena lokasi tersebut banyak terdapat peninggalan bersejarah seperti candi dan telaga. Suhu di dataran tinggi Dieng kurang lebih 20° C dengan ketinggian 2000 ± 2100 mdpl  (meter di atas permukaan laut). Lokasi perusahaan dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu kota Wonosobo dengan jarak tempuh kurang lebih 25 km, dan jalur kedua melalui kota Banjarnegara. Dataran tinggi Dieng merupakan perbatasan antara dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.
PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng merupakan perusahaan yang memiliki beberapa tempat atau lokasi, sehingga perusahaan ini tidak memiliki luas area yang sesungguhnya, antara lokasi satu ke lokasi lainnya saling berjauhan. Kompleks PLTP Dieng Unit 1 terletak di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Batur, Kabupaten Banjanegara dan Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, meliputi areal seluas 107.351,995 hektar. Agar tidak terjadi kebingungan maka perusahaan memberikan kode pada setiap lokasi. Adapun nama-nama lokasi menurut wilayahnya :
  1. Wilayah Hilir
  • Pad  7  : lokasi ini  terdapat 3 sumur  produksi yaitu HCE 7A, HCE 7B, dan HCE 7C. Lokasi ini berada pada ketinggian 1909,5 meter di atas permukaan laut.
  • Pad 9 :  lokasi ini terdapat 2 sumur produksi yaitu sumur HCE 9B danDNG 9. Lokasi ini berada pada ketinggian 2028,6 meter di ataspermukaan laut.
  • Pad 28 : lokasi ini terdapat 2 sumur produksi yaitu sumur HCE 28Adan HCE 28B. Lokasi ini berada pada ketinggian 2076,3 meter di ataspermukaan laut.
  • Pad 31 : pada lokasi in hanya terdapat satu sumur produksi.
  1. Wilayah Hulu
  • Pad 17 : merupakan sumur injeksi. Lokasi ini berada pada ketinggian 2062,5 meter di atas permukaan laut.
  • Pad 29 :  lokasi ini terdapat satu sumur produksi yaitu DNG 29.
  • Nomo block, lokasi ini berada pada ketinggian 2062,5 meter di atas permukaan laut.
  • Power Plant merupakan lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi, tempat dimana steam dapat menggerakkan turbin yang menghasilkan daya listrik berkapasitas 60 MW.
Saat ini kapasitas produksi PT. Geo Dipa Energi Unit 1 Diengadalah 60 MW. Untuk mengoptimalkan potensi panas bumi yang terdapat di Dieng dan Patuha serta menyokong kebutuhan energi di masa depan, PT. Geo Dipa Energi telah membangun prospek panas bumi Dieng Unit 2. Pengembangan terus dilaksanakan dan diharapkan dapat segera beroperasi untuk menambah kapasitas produksi.
Kegiatan Produksi Perusahaan
  1. Secara umum proses produksi uap (steam) sebagai penggerak turbin yang bersumber dari panas bumi mengalami berbagai penyaringan. Uap yang keluar dari sumur dimasukkan ke dalam separator untuk dipisahkan antara uap dengan air. Kemudian uap dialirkan melaui steamline untuk menggerakkan turbin, sebelum masuk untuk menggerakkan sudu – sudu turbin uap disaring dalam scrubber. Scrubber ini berada padalokasi power plant. Untuk mencapai sumber panas bumi dilakukan pengecekan lokasi dan pengeboran yang mencapai kedalaman kurang lebih 2000 ± 2500meter, dari kedalaman tersebut dihasilkan uap (steam) yang digunakan untuk menggerakkan turbin. Turbin digunakan sebagai penggerak generator dengan kecepatan putar 3000 rpm, sehingga menghasilkan daya sebesar 60 MW. Sebagian besar listrik hasil produksi disalurkan kejaringan PLN sebesar 55 MW sedangkan yang 5 MW digunakan oleh PT.Geo Dipa Energi unit Dieng untuk menggerakkan pompa dan kegiatan produksi lainnya.
  2. Sumur Produksi Sumur produksi merupakan tempat pengeboran yang menghasilkan uap panas. Potensi uap (steam) yang dihasilkan di Dieng menghasilkan 60% uap berupa cairan dan 40 % berupa uap. Untuk mendapatkan uap dilakukan proses pemisahan dengan separator, sehingga dimungkinkan steam akan benar-benar murni dan dialirkan menuju power plant untuk menggerakkan turbin. Ketika brine dan steam masuk separator melalui pipa inlet, brine akan jatuh ke bagian bawah separator dan steam akan terangkat keluar melalui pipa outlet. Hal ini dapat terjadi karena berat jenis brine lebih berat dari pada steam. Setelah uap keluar dari separator akan dialirkan menuju power plant, sedangkan brine dikeluarkan melalui pipa dibagian bawah separator dan akan dibantu brine injection pump untuk mengalirkannya ke sumur ± sumur injeksi. Di dalam separator level dan tekanannya harus dijaga. Untuk menjaga tinggi permukaan brine yang ada di separator digunakan LCV (Level Control Valve), dan untuk menjaga tekanan dari brine yang ada didalam separator digunakan PCV (Pressure Control Valve) adalah valve yang bekerja pada tekanan tertentu, valve ini membuka ketika tekanan yang ada di dalam separator lebih besar dari tekanan yang telah diatur dan begitu juga sebaliknya. PCV merupakan partner kerja dari dump valve. Dump valve berfungsi untuk, mengatur aliran brine apabila LCV sudah membuka100% brine akan dialirkan ke silencer kemudian dari silencer akan didinginkan di balong (kolam). Jalur pipa yang terdapat di industry tersebut di lapisi dengan Kalsit yang dapat menjaga agar pipa tersebut tidak panas, karena panas yang asli dikeluarkan dari bumi adalah 240 0C yang jika terkena kulit dapat melepuh, namun jika telah dilapisi Kalsit, panas berkurang hingga menjadi kurang lebih 20 0C.
Hasil produksi dari perusahaan ini berupa listrik yang dibeli oleh PT. PLN (Persero) dan langsung tersambung dengan sistem interkoneksi Jawa ± Bali. Pada PLTP Unit 1 Dieng beban listrik yang ditargetkan untuk dicapai setiap harinya adalah sebesar 60 MW, dimana kurang lebih 5 MW digunakan untuk operasional perusahaan. dikutip dari berbagai sumber  geodipa.co.id

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »