Hedonisme dan Konsumerisme dalam Perkembangan Tekhnologi

Hedonisme adalah perilaku yang mengedepankan kesenangan diri sendiri, penganut paham ini didominasi oleh orang-orang yang bersenang-senang setiap waktu, mereka berpandangan bahwa hidup itu untuk  menikmati kenikmatan dan kesenangan duniawi, salah satu bentuk hedonisme adalah gaya hidup yang tinggi, mereka berprilaku cenderung kebarat-baratan, selalu mengikuti tren yang kadang menyesatkan dan berprilaku boros atau konsumerisme.



kecenderungan masyarakat dilingkungan saya [banjarnegara] mereka meniru penampilan para tokoh papan atas yang memiliki gaya hidup tinggi, misal artis memakai gadget keluaran terbaru, mereka akan meniru dan membeli gadget tersebut agar bisa dikatakan "anak gaul" / "anak hitz" / "anak kekinian" /  "anak maksimal" namun yang disayangkan saat ini adalah berubahnya fungsi tekhnologi komunikasi, berkembangnya tekhnologi ini membuat fungsi utamanya tergeser, dari alat komunikasi menjadi alat indikator strata sosial, remaja jaman sekarang lebih suka dikatakan "anak hitz" alias anak yang update segala sesuatu yang sedang ngetren atau kekinian.

namun dibalik semua itu, ada permasalahan yang komplek, yaitu keterbatasan ekonomi, remaja sekarang merasa dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang mengakibatkan ia mewajibkan diri untuk mengikuti tren yang sedang berlaku untuk orang yang mampu hal itu bukanlah masalah, namun apa yang terjadi sekarang jika sebagian dari mereka memiliki keterbatasan ekonomi? pernah sesekali saya pergi ke outlet ponsel untuk membeli pulsa, saat itu saya melihat seorang anak yang ngotot dibelikan handphone android keluaran terbaru, ia hingga membentak ibunya agar keinginanya terpenuhi, namun dilihat dari respon ibunya, ia tidak menghendaki, hal tersebut tidak lain karena anak tersebut yang ingin dibilang "kekinian" dan tidak tertinggal dengan teman-temanya. banyak  orang diluar sana yang ekonominya  terbatas tetapi berlagak seperti kaum sosialita, dan lebih parahnya dia belum berkerja dan masih mengandalkan orang tuanya.

semakin hari semakin parah juga hal yang terjadi, dan mulai banyak hal yang sudah terbalik. upaya sesorang agar dirinya terihat "nge hitz" kadang aneh, pasti anda pernah melihat orang yang berfoto denga pose layaknya fotografer profesional dengan membawa kamera DSLR namun foto yang ia unggah adalah foto hasil kamera handphone yang kualitasnya mungkin hanya  2/5 megapixel, dari hal tersebut dapat dismpulkan kamera bukan lagi difungsikan untuk memotret objek dengan bagus namun untuk bergaya agar terlihat maksimal, dan disini tekhnologi bukan lagi untuk mempermudah pekerjaan tetapi untuk menunjukan  kedudukan soasialnya.

contoh bahwa tekhnologi mempengaruhi perilaku hedonisme dan konsumerisme lainya antara lain,  misal sorang anak melakukan selfie menggunakan action cam yang lumayan mahal, padahal foto yang ia ambil hanya foto sederhana yang sama hasilnya dengan kamera biasa, ke-efektifan tekhnologi sekarang tidak lagi dipertimbangkan motif dari itu semua tidak lain hanyalah untuk eksistensi semata. jika orang normal yang memilih kamera untuk selfi biasa mungkin hanya menggunakan kamera handphone atau sejenis, lain hal perangkat untuk menunjang pekerjaan seperti fotografer.

dan yang paling mengharukan dari semua diatas adalah mereka yang sudah memiliki perangkat-perangkat canggih tetapi mereka tidak dapat memanfaatkan secara maksimal, dan ia menggunakan perangkat-perangkat tersebut hanya untuk komunikasi dasar seperti sms, telfon, browsing dan jarang mereka memanfaatkanya lebih, hal itu diperparah jika perangkat tersebut ia miliki karena memaksa orang tua untuk membelikan dan mereka kadang tidak tau seberapa keras orang tuanya  mencari uang untuk itu.

lain hal orang yang memiliki pandangan luas dalam menyikapi era yang serba tekhnologi dan terus maju ini, orang yang memiliki pemikiran terbuka dengan adanya tren dan fenomena  ingin di juluki anak hitz ini pasti memilih jalurnya sendiri, jika orang tersebut memiliki keterbatasan ia tidak akan bertindak gegabah agar dapat mengikuti perkembangan jaman,contoh, jika orang lain ingin memiliki perangkat yang terbaru dan membelinya, lain hal dengan  orang yang berpandangan luas mereka mungkin akan berusaha mencari barang  subtitusi atau penggantinya atau malah merakitnya sendiri yang memiliki fungsi sama dengan barang superior tersebut, dan kelebihan dari barang rakitan sendiri adalah lebih diapresiasi oleh lingkungan ketika di pakai dari pada orang yang menggunakan alat yang fungsinya sama tetapi barang pabrikan yang populer.

dari ulasan di atas, sekarang kebanyakan orang menggunakan perangkat canggih dan mewah bukan lagi berdasarkan fungsi, efektifitas, efisiensi serta biaya, namun memprioritaskan untuk menunjukan eksistensi, kekinian dan  setatus sosial dimasyarakat. hal ini merupakan dampak dari globalisasi dan pergeseran sosial.


writed and posted by havid adhitama   dibuat untuk memenuhi tugas Sosiologi. X IPS 1  SMA N 1 Banjarnegara.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »